Universitas AKPRIND Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui Program BEM Berdampak, sejumlah mahasiswa berprestasi diterjunkan ke Desa Kepuhsari, Wonogiri, untuk melaksanakan program pemberdayaan yang berfokus pada pengembangan potensi lokal, inovasi UMKM, dan peningkatan kapasitas masyarakat desa.
Mengangkat Potensi Lokal melalui Pendekatan Inovatif
Desa Kepuhsari dikenal sebagai Kampung Wayang, pusat produksi seni budaya yang telah diwariskan secara turun temurun. Melalui program ini, mahasiswa melakukan pendampingan dalam bentuk:
- Digitalisasi promosi produk berbasis budaya.
- Penguatan branding wisata edukatif Kampung Wayang.
- Pelatihan pemasaran melalui media sosial bagi perajin lokal.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan visibilitas destinasi wisata, tetapi juga memperluas peluang penjualan bagi UMKM seni dan kerajinan.
Pemberdayaan UMKM dan Pengembangan Produk Kuliner Lokal
Mahasiswa juga melakukan eksplorasi komoditas unggulan desa, termasuk produk olahan singkong seperti tempe keripik, mochi singkong, getuk, dan gatot. Kegiatan yang dilakukan meliputi:
- Penyusunan standardisasi resep dan HPP produk.
- Pelatihan packaging modern agar UMKM lebih kompetitif.
- Edukasi strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Melalui pendampingan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk serta meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
Transformasi Wisata Alam dan Penguatan Narasi Desa
Selain sektor budaya dan UMKM, mahasiswa berkontribusi dalam merancang narasi wisata alam Desa Kepuhsari, seperti Banyu Nibo, Gunung Gede, dan Gunung Kotak. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi:
- Penyusunan konten informasi yang lebih menarik bagi wisatawan.
- Dokumentasi daya tarik alam untuk kebutuhan publikasi digital.
- Penyusunan konsep storytelling yang memperkuat citra desa sebagai destinasi edukasi dan ekowisata.
Upaya ini membantu desa memetakan potensi wisata secara lebih profesional dan siap dipromosikan dalam skala regional maupun nasional.
Kolaborasi yang Memberi Dampak Nyata
Program BEM Berdampak tidak hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga instrumen penting dalam memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, mahasiswa Universitas AKPRIND Indonesia menunjukkan bahwa kontribusi akademisi dapat memberikan perubahan positif dan berkelanjutan.
Pemerintah desa, pelaku UMKM, lembaga budaya, dan masyarakat lokal merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini—mulai dari peningkatan kapasitas digital, penguatan identitas wisata, hingga penciptaan peluang usaha baru.
Penutup
Inisiatif mahasiswa berprestasi Universitas AKPRIND Indonesia dalam Program BEM Berdampak menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan desa. Desa Kepuhsari kini semakin berkembang sebagai kawasan budaya dan wisata edukatif berkat sinergi antara semangat muda mahasiswa dan potensi lokal yang luar biasa. Melalui keberlanjutan program ini, diharapkan desa-desa lain di Indonesia dapat turut memperoleh manfaat serupa dalam upaya pemerataan pembangunan.

