Desa Kepuhsari Wonogiri
Desa Kepuhsari, yang terletak di Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, dikenal luas sebagai Kampung Wayang, sebuah predikat yang mencerminkan akar sejarah budayanya yang sangat dalam. Berdasarkan kisah rakyat, desa ini bermula dari pelarian tokoh seperti Kyai Kempong yang berlindung di bawah pohon Kepuh besar. Namun, identitas sesungguhnya desa ini mulai terbentuk sejak abad ke-17, ketika seni wayang kulit diperkirakan mulai masuk dan berkembang melalui peran para dalang turun-temurun. Keturunan Ki Prawirodiharjo menjadi salah satu silsilah penting yang menjaga dan menyempurnakan keahlian menatah dan menyungging wayang, menjadikan Kepuhsari sebagai lokasi yang menyimpan warisan teknik pembuatan wayang kulit yang otentik dan berkualitas tinggi.
Kampung Wayang
Saat ini, Kampung Wayang Kepuhsari telah bertransformasi menjadi sentra kerajinan wayang kulit terbesar dan destinasi wisata edukasi unggulan di Wonogiri. Setelah dicanangkan secara resmi pada tahun 2014, desa ini secara konsisten mempertahankan dominasi profesi warganya sebagai perajin wayang. Kualitas ukiran yang detail dan pewarnaan yang hidup dari wayang Kepuhsari menjadikannya produk yang diminati hingga pasar internasional. Pengunjung kini tidak hanya datang untuk membeli hasil karya, tetapi juga untuk mendapatkan pengalaman langsung melalui lokakarya menatah, menyungging, dan memainkan wayang. Dengan fokus pada pelestarian seni tradisional sambil membuka diri terhadap pariwisata, Kepuhsari adalah contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat tetap hidup dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Sumbangsih untuk Budaya
Lestarikan Seni Wayang, Wujudkan Masa Depan Berbudaya
Mari bergabung menjadi sukarelawan, bentuk kepedulian terhadap seni wayang kulit, warisan Indonesia. Bersama kita dapat melestarikan budaya ini terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang.

