Penanaman Bibit Alpukat di Gunung Gede Kepuhsari: Sinergi Warga dan Mahasiswa BEM Berdampak Universitas AKPRIND dalam Menguatkan Ketahanan Lingkungan Desa

Upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan potensi ekonomi desa kembali diwujudkan melalui kegiatan kolaboratif antara warga Desa Kepuhsari dan mahasiswa BEM Berdampak Universitas AKPRIND Indonesia. Pada kegiatan terbaru, kedua pihak melaksanakan penanaman bibit alpukat di kawasan Gunung Gede, sebuah langkah strategis dalam mengembangkan ekowisata sekaligus memperkuat ketahanan alam di wilayah perbukitan tersebut.

Mendorong Reboisasi dan Ketahanan Ekosistem Gunung Gede

Gunung Gede merupakan salah satu aset alam Desa Kepuhsari yang menjadi destinasi trekking, edukasi, dan fotografi alam. Namun, kawasan ini juga memerlukan upaya reboisasi berkelanjutan agar ekosistem tetap terjaga. Penanaman bibit alpukat dipilih karena:

  • Tahan terhadap kondisi tanah perbukitan.
  • Memiliki nilai ekonomi jangka panjang.
  • Potensial menjadi identitas baru kawasan wisata.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat tutupan hijau serta mencegah risiko erosi di area rawan lereng.

Kolaborasi Warga dan Mahasiswa

Kegiatan penanaman dilakukan secara gotong-royong oleh warga desa, perangkat desa, komunitas pemuda, serta mahasiswa dari berbagai program studi yang terlibat dalam Program BEM Berdampak. Kolaborasi ini menciptakan suasana kerja yang kompak dan sarat nilai edukatif.

Mahasiswa berperan dalam:

  • Persiapan teknis penanaman dan pemetaan lokasi bibit.
  • Sosialisasi manfaat reboisasi dan edukasi lingkungan.
  • Dokumentasi kegiatan untuk publikasi dan pelaporan program.

Sementara warga desa memberikan kontribusi berupa:

  • Pengetahuan lokal mengenai kondisi tanah dan iklim.
  • Akses dan penunjuk lokasi terbaik untuk penanaman.
  • Perawatan lanjutan terhadap bibit.

Sinergi ini mempertegas bahwa keberhasilan program lingkungan memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

Manfaat Jangka Panjang bagi Desa Kepuhsari

Penanaman bibit alpukat ini tidak hanya berorientasi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan pariwisata, antara lain:

  • Menjadikan kawasan Gunung Gede sebagai kebun alpukat wisata di masa depan.
  • Menciptakan potensi produk olahan lokal berbasis alpukat.
  • Memperkuat citra desa sebagai destinasi edukasi agrikultur dan ekowisata.
  • Mendukung keberlanjutan program desa hijau.

Dengan perawatan berkelanjutan, tanaman alpukat diharapkan mulai berbuah dalam beberapa tahun mendatang, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Semangat Berkelanjutan

Kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi penting mahasiswa Universitas AKPRIND Indonesia dalam mendukung pembangunan desa melalui pendekatan multidisiplin. Program BEM Berdampak terbukti menjadi wadah efektif untuk menghubungkan ilmu pengetahuan, kepedulian lingkungan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Warga Desa Kepuhsari menyambut baik kegiatan ini, dan berharap kolaborasi serupa dapat terus dilakukan demi menciptakan desa yang lebih hijau, produktif, dan berdaya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *